Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di 4 Destinasi Wisata Bali

2020-11-09 16:34:55

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di empat destinasi wisata di Bali pada 17-19 Oktober 2020, sebagai upaya meningkatkan kesiapan destinasi wisata dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Empat lokasi itu adalah Pantai Goa Lawah Kabupaten Klungkung, Batur Unesco Global Park Kabupaten Bangli, Desa Wisata Penglipuran Kabupaten Bangli, dan Destinasi Desa Wanagiri Kabupaten Buleleng. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih, menata, mengecat ulang, serta menyemprot disinfektam pada destinasi masing-masing.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, gerakan ini merupakan inisiasi dan upaya menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19.


"Kemenparekraf terus mendorong semua pihak untuk melakukan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) pada destinasi dan usaha pariwisata. Di Bali ada 4 destinasi yang dilakukan secara bersamaan. Sehingga pada saat rebound nanti, destinasi wisata di Bali sudah siap," ujar Wisnu saat membuka Gerakan BISA di Pantai Goa Lawah Kabupaten Klungkung, Sabtu (17/10).

Sementara, menurut Koordinator Kelembagaan Regional II Kemenparekraf Hendry Noviardi gerakan ini dapat sekaligus mendukung destinasi pariwisata untuk menerapkan prinsip higienis dan sanitasi yang baik.

"Gerakan bersih, indah, sehat, dan aman ini menjadi dorongan semangat bagi seluruh pemangku kepentingan di destinasi wisata, baik pengelola, wisatawan, maupun masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan destinasi wisata sehingga wisatawan menjadi merasa aman dan nyaman saat berwisata. Terlebih Bali merupakan salah satu pintu masuk wisatawan," ujarnya.

Gerakan BISA disebut berjalan lancar dan mendapat respons baik dari masyarakat, terlebih di Pantai Goa Lawah Kabupaten Klungkung, dan Desa Wisata Panglipuran, Bangli, yang terpilih sebagai desa terbersih ke-3 dunia versi majalah internasional Boombastic.

Secara terpisah, Kepala Desa Adat Penglipuran Wayan Supat menyebut bahwa Gerakan BISA digelar bertepatan dengan pembukaan kembali desa itu setelah ditutup untuk wisata sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Desa Adat Panglipuran sempat mendapat penghargaan ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) 2017 dengan peringkat terbaik untuk kategori pelestarian budaya pada 17 Oktober 2017.

Wayan menilai, Gerakan BISA penting dilakukan di berbagai destinasi wisata agar siap menyambut wisatawan pascapandemi.

"Kami mengajak lapisan masyarakat Penglipuran mari kita bangun kerja sama dengan para stakeholders, dan yang paling penting masyarakat kita harus disiplin dan mematuhi protokol kesehatan agar wisatawan yang datang merasa aman," kata Wayan.

SHARE :

KATEGORI

kemenparekraf

sektor pariwisata