Sektor Pariwisata Kota Palembang Mendapat 'Angin Segar' dari Kemenparekraf

2020-11-09 16:38:46

Sudah berbulan-bulan sejak adanya pandemi di Indonesia, sektor pariwisata di berbagai wilayah Indonesia terkena dampak. Tak terkecuali di kota Palembang.

Sejak awal Maret lalu, beberapa sektor pariwisata di Kota Palembang, termasuk sektor perhotelan dan restoran, terpaksa harus ditutup akibat pandemi.

Selain itu, pariwisata di Palembang juga merosot akibat sepinya pengunjung selama pandemi Covid-19.

Hal ini tentu berdampak pada pendapatan para pelaku pariwisata di Kota Palembang.

Meski beberapa restoran masih menerapkan sistem pesan antar secara online, namun pendapatan yang didapat berbeda dengan pendapatan sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia.

Melihat hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil langkah bijak untuk meminimalisir keterpurukan dan kelesuan sektor-sektor pariwisata di Indonesia.

Dilansir dari Antara, Kemenparekraf menghibahkan dana sebesar Rp30,8 Miliar untuk disalurkan pada sektor pariwisata di Kota Palembang.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi.

Ia mengatakan bahwa Kota Palembang menerima hibah tersebut bersamaan dengan 101 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Namun di Sumatera Selatan, hanya kota Palembang yang menerima dana hibah dari Kemenparekraf.

Menurutnya pula, sambil menunggu dana hibah tersedia, pihak pemerintah Kota Palembang saat ini sedang menyusun daftar kandidat bagi penerima dana tersebut agar tepat sasaran.

Penyaluran dana akan diberikan pada restoran atau hotel yang sedang sepi pengunjung, serta beberapa pelaku usaha pada sektor pariwisata yang berkaitan dengan ekonomi kreatif.

Dana hibah yang akan disalurkan untuk beberapa tempat wisata dan restoran serta perhotelan ini diperkirakan akan cair pada akhir 2020.

Selain itu, ia juga menghimbau agar dana yang diberikan kelak bisa digunakan pula untuk menyediakan kebutuhan alat kesehatan di sektor wisata, hotel, dan restauran agar beberapa sektor ini tetap bisa beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan.***

SHARE :

KATEGORI

kemenparekraf

sektor pariwisata