Siaran Pers : Kemenparekraf Gandeng 12 Mitra Co-Branding Pariwisata di Bali

2020-11-11 04:41:04

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Kemenparekraf Gandeng 12 Mitra Co-Branding Pariwisata di Bali

Bali, 9 November 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjalin kerja sama dengan 12 mitra Co-Branding di Bali sebagai salah satu upaya meningkatkan brand pariwisata Indonesia agar semakin dikenal baik di pasar domestik maupun pasar global di tengah pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya saat kegiatan Wonderful Day with Wonderful Indonesia di Trans Resort Bali, Senin (9/11/2020) menjelaskan, kemitraan merupakan salah satu upaya yang ditempuh kementeriannya dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.

Untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, kata dia, Kemenparekraf tidak bisa berdiri sendiri tetapi membutuhkan beberapa mitra yang juga stakeholder pariwisata agar brand Wonderful Indonesia semakin dikenal publik yang lebih luas.

“Dengan terjalinnya kemitraan ini, kami berharap komunikasi semakin efektif kepada wisatawan nusantara (wisman) atau wisatawan mancanegara (wisman) terkait brand Wonderful Indonesia. Dan kerja sama ini sekaligus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Saat kegiatan Wonderful Day with Wonderful Indonesia yang dihadiri perwakilan dari 12 mitra co-branding, hadir pula Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf Martini M Paham.

Dengan menjadi mitra co-branding, Nia Niscaya berharap ke depan bisa meningkatkan citra pariwisata Indonesia melalui kolaborasi program pengembangan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kemitraan ini tidak hanya menguntungkan bagi Wonderful Indonesia, produk co-branding juga mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain brand equity, perluasan target pasar, serta efisiensi biaya promosi,” ujar Nia Niscaya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Pemasaran Martini M Paham menjelaskan, kemitraan menjadi salah satu upaya Indonesia untuk bisa lagi bangkit di tengah pandemi COVID-19 terutama bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Kemenparekraf juga selalu melibatkan unsur pentahelix ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) untuk bersama-sama bangkit termasuk dalam co-branding kali ini.

“Kemenparekraf selalu berupaya untuk mengajak para stakeholder, dengan kondisi baru, tentunya harus ada hal baru yang kita lakukan bersama, satu brand dengan brand lain bisa bekerja sama dan lain sebagainya. Dengan kita bekerja bersama tentunya akan mempermudah dalam mempromosikan produk-produk yang dimiliki,” ujarnya.

SHARE :

KATEGORI

sektor pariwisata